Kamis, 23 September 2010

Untuk mereka yang mengutamakan KECANTIKAN

Pemikiran gue terbuka tentang kata “cantik”

Yaaa.wanita berusaha mati-matian untuk bisa cantik. Melakukan apa saja untuk bisa tampil menarik di mata kaum Adam. Gue juga gak munafik,karena gue seperti itu. Gue suka bingung memilih baju yang cocok buat pergi sama laki-laki yang gue suka supaya gak malu-maluin. Kadang gak pede sama penampilan gue yang biasa banget bahkan cenderung jelek. Hehehe. Gue sempet berkaca pada cermin yang besar. Bertanya apa yang kurang dalam diri gue.

Gue kurang cantik,gue kurang tinggi,gue kurang putih.dan banyak lagi kekurangan gue.

Pelan pelan muncul sifat iri gue pada mereka yang terlahir dengan segala kecantikan nya. Dan merasa Tuhan gak adil. Tapi semua itu SALAH.


Di sebuah notebook milik kakak gue yang tiap dia kerja gue diem-diem pake notebook nya. Ternyata dia punya koleksi buku yang bagus dalam laptop yang di tempelin stiker MAJELIS RASULLUAH

Gue bongkar isi nya. Ternyata gue nemu novel karya HABIBURAHMAN el SHIRAZI. Penulis novel favorite gue. Gue baca karya nya yang berjudul “Pudarnya Pesona Cleopatra”

Halaman awal tertulis

Cinta tidak menyadari kedalamanya,
Sampai ada saat perpisahan.”

-Khalil Gibran


Kisah nya seorang pria yang terpaksa menikah dengan gadis pilihan ibu nya. Gadis itu bernama Raihana. Sampai mereka menikah dan Raihana hamil,laki-laki itu samasekali tidak ada cinta di hati nya, cinta nya terpaut pada gadis Mesir titisan Cleopatra yang cantik luar biasa.

Hingga ia terbawa mimpi menikah dengan gadis mesir yang sangat cantik itu.

Obsesi nya itu membuat nya mengacuh kan istri nya yang jelas-jelas telah berbakti dan memberikan cinta nya yang tulus. Hingga suatu hari,ALLAH SWT menegur nya,dan akhir nya laki-laki itu sadar,kalo selama ini dia telah menyia-nyiakan istri yang shalehah karena obsesi nya pada gadis mesir yang teramat sangat cantik.

Tapi laki-laki itu terlambat,saat dia ingin menjemput istri nya yang telah beberapa bulan tinggal bersama mertua nya,istri serta anak yang tengah dikandung nya telah meninggal. Istri nya tidak ingin sang lelaki ini tau tentang dirinya yang terjatuh di kamar mandi.


Begitulah garis besar dari novel mini yang gue baca. Gue terharu jadi nya.

Di akhir halaman tertulis novel ini

untuk mereka yang menganggap bahwa kecantika adalah segala nya.


Gue setuju! Gue sekarang udah gak ngerasa minder lagi sama kekurangan yang ada dalam diri gue. Gue bersyukur sama badan kecil gue,rambut keriting gue,kaki pendek gue dan hidung pesek gue. Hahahaha. Gue bangga sama itu semua. Kata temen gue “semua wanita muslimah itu cantik Neng”


Dan himbauan buat perempuan seluruh dunia,gak perlu operasi pelastik sana-sini. Karena kecantikan palsu itu kalah dengan kecantikan alami dan kecantikan hati,

Ceeiiilleee,, bahasa gue. Yaudah dehh,gue mau lanjut obrak abrik notebook kakak gue. hahahhaha





Rabu, 22 September 2010

chairil anwar dan saya

HAMPA

kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

Membaca puisi Chairil Anwar itu. Gue jadi iri. Bagaimana seorang bisa menyatu padukan kata-kata hingga menjadi kalimat yang indah.dan menghadiahkan kepada orang yang indah pula.

Dulu gue pernah mendapat beberapa surat. Temen gue bilang itu surat cinta yang ditulis buat gue. Dan di surat itu tertulis kekaguman nya pada gue. Dan gue iri sama dia. Bisa membuat puisi bahkan syair yang indah dan mendedikasikan nya ke gue.

Gue mencoba membuat puisi kecil yang akan gue hadiahin pada orang yang gue sayang

kayak gini bunyi nya :

Untuk dia yang hati nya tersipu malu

Meski ku uraikan dengan jutaan kata indah

Tak kuasa ku goreskan di selembar kertas putih dan amplop biru bergambar hati

Untuk menjabarkan betapa rindunya aku

Agar kita bisa selalu berharap

Untuk sebuah pertemuan,suatu masa nanti


Untuk dia yang hati nya tersipu malu

Demi bintang yang tertegun karena kau tatap

Demi bulan yang terbata-bata karena kau tangkap


Untuk dia yang hatinya tersipu malu

Ambil lah jantung ini

Agar kau bisa menghitung…

seberapa sering jantung ini berdetak

Sesering itulah ku rindukan mu..

Jeellleeekk!!! Hhahah. Jelek banget puisi dadakan yang gue bikin secara spontan ini

Tapi lumayankan buat pemula kayak gue. Hihiii…

Minggu, 19 September 2010

senandung metropolitan

Jakarta

Kota megah di Indonesia dengan sejuta keindahan nya.

Kota yang bisa menjadi mimpinya para pelancong.

Kota yang menjanjikan kehidupan lebih layak

Kota yang tak pandang bulu menghardik manusia tak berharta

Kota yang penuh dengan kemunafikan dan gengsi.

Jakarta

Ku lahir dan di besarkan di kota ini.

Ku tumbuh dan berkembang di kota ini.

Ku hidup dan bercengkrama dengan segala rasa kecewa di kota ini.

Ku menangisi dan mentertawai nasib di kota ini

Ku memetik memori indah di kota ini


penggalan puisi jelek ini salah satu bikinan gue. hehehe... maklum penulis amatir.

tapi ini curhatan gue selama tinggal di jakarta.

banyak kenangan indah dan buruk yang gue dapet disini. banyaaaakkk banget.

karena gue dibesarkan di keluarga yang sederhana

merasakan pahit manis nya keadaan ekonomi keluarga.

mungkin di kampung berfikir orang yang merantau ke jakarta memiliki uang melimpah.

tapi nyata nya,merantau kejakarta tanpa pendidikan yang tinggi,tanpa keahlian yang bagus dan tanpa bekal apapun sama aja bunuh diri.

merka seperti ini akan merasakan kejam nya jakarta

tapi orang yang terlanjur kaya akan semakin kaya di kota metropilitan ini.


kadang gue ngerasa gak adil,tapi inilah hidup yang nyata.

kadang gue pernah kepikiran buat pindah aja.

gue pengen pulang ke kampung orang tua gue di Pariaman Sumatra Barat.

gue saat itu lagi kacau banget,masalah masalah itu rasanya satu per satu muncul tapi tak kunjung selesai walau satu per satu gue cari solusi nya.


tapi gue sadar,itu bukan jalan nya.

masalah bukan untuk dihindari,tapi dihadapi apapun itu...

sampai kemanapun masalah itu pasti ada.

dan Jakarta...

tetaplah jadi tempat tinggal gue..

tempat gue lahir,menuntut ilmu,melakukan proses untuk mencapai sukses.

dan memperbaiki hidup

biarlah kenangan itu menjadi guru dan sahabat..

yang bisa dikenang sampai kapan pun


sudut kota jakarta selalu memantulkan cuplikan kehidupan.