HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
Membaca puisi Chairil Anwar itu. Gue jadi iri. Bagaimana seorang bisa menyatu padukan kata-kata hingga menjadi kalimat yang indah.dan menghadiahkan kepada orang yang indah pula.
Dulu gue pernah mendapat beberapa surat. Temen gue bilang itu surat cinta yang ditulis buat gue. Dan di surat itu tertulis kekaguman nya pada gue. Dan gue iri sama dia. Bisa membuat puisi bahkan syair yang indah dan mendedikasikan nya ke gue.
Gue mencoba membuat puisi kecil yang akan gue hadiahin pada orang yang gue sayang
kayak gini bunyi nya :
Untuk dia yang hati nya tersipu malu
Meski ku uraikan dengan jutaan kata indah
Tak kuasa ku goreskan di selembar kertas putih dan amplop biru bergambar hati
Untuk menjabarkan betapa rindunya aku
Agar kita bisa selalu berharap
Untuk sebuah pertemuan,suatu masa nanti
Untuk dia yang hati nya tersipu malu
Demi bintang yang tertegun karena kau tatap
Demi bulan yang terbata-bata karena kau tangkap
Untuk dia yang hatinya tersipu malu
Ambil lah jantung ini
Agar kau bisa menghitung…
seberapa sering jantung ini berdetak
Sesering itulah ku rindukan mu..
Jeellleeekk!!! Hhahah. Jelek banget puisi dadakan yang gue bikin secara spontan ini
Tapi lumayankan buat pemula kayak gue. Hihiii…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar